Rabu, 27 Juni 2012

BACKPACKER BANGKOK! Tulisan yang belum selesai......


2 Juta-an Keliling Thailand – Malaysia dalam 10 hari.

Berawal dari menonton acara di televisi, saya dan teman saya memutuskan untuk melakukan perjalanan ala backpacker ke Negeri Gajah Putih Thailand. Niat ini tentu ditentang orang tua dengan alasan saya perempuan, saya belum pernah travelling sendirian dan itu Negara orang, dan dengan modal nekat lah saya memutuskan untuk tetap pergi travelling berdua dengan sahabat saya.
Ada banyak alasan saya ingin mengunjugi Thailand, yaitu, Thailand adalah Negara yang bebas visa bagi WNI, biaya hidup di Thailand relative lebih murah dibandingkan Indonesia, saya ingin sekali berfoto dengan “Brad Pitt” di Madame Tussaud Bangkok yakni museum lilin terkenal dan satu-satunya di Asia Tenggara, dan yang pasti PhiPhi Island, pulau terkenal dengan keindahannya dan menjadi lokasi syuting film The Beach-nya Leonardo Di Caprio.
Lama saya mencari informasi tentang Negara Thailand, mulai dari searching di internet, hingga membeli 3 buku tentang perjalanan ke Thailand, hal ini saya lakukan untuk mempermudahkan saya menentukan tujuan wisata saya selama di sana dan transportasi apa yang baiknya saya gunakan demi menghemat anggaran.
Saya menyusun Itinerary atau rencana perjalanan jauh hari sebelum saya berangkat, dan inilah itinerary awal saya, yang pada akhirnya mengalami banyak perubahan dalam pelaksanaannya karena alasan tertentu :

·         Jumat, 17 Februari 2012
Terbang dari Balikpapan menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Dilanjut terbang dari Kuala Lumpur menuju Bangkok, Thailand.
·         Sabtu, 18 Februari 2012
Chatuchak Weekend Market / pasar akhir pekan terbesar di Asia Tenggara, dilanjut ke Museum Lilin Madame Tussaud, Suam Lum Night Bazzar
·         Minggu, 19 Februari 2012
Damnoen Saduak Floating Market, 2 jam dari pusat kota Bangkok. Pasar terapung yang hanya buka di akhir pekan
·         Senin, 20 Februari 2012
City Tour Kota Bangkok, mengunjungi Grand Palace, Wat Arun, Wat Pho, China Town
·         Selasa, 21 Februari 2012
MBK Shoping Center, dilanjutkan dengan naik kereta sore menuju Phuket.
·         Rabu, 22 Februari 2012
Jalan-Jalan di Patong beach dan dilanjut dengan nonton Simon Cabaret Show, Show Ladyboy yang cukup terkenal di Phuket.
·         Kamis, 23 Februari 2012
Tour ke Phiphi Island. Pulau tempat syuting film The Beach Leonardo Di Caprio.
·         Jum’at, 24 Februari 2012
Dari Phuket Town menuju Hatyai, perjalanan ini memerlukan sekitar 8 jam menggunakan Bus dan melanjutkan perjalanan menuju Kuala Lumpur juga menggunakan bus dengan lama perjalanan sekitar 10-12 jam.
·         Sabtu, 25 Februari 2012
City walk di Kuala Lumpur, jalan-jalan ke Petronas Twin Tower, KL Tower, China Town
·         Minggu, 26 Februari 2012
Pagi-pagi terbang dari Kuala Lumpur menuju Balikpapan, Indonesia.

Hari Pertama. Perjalanan panjang, Balikpapan – Kuala Lumpur – Bangkok

Jumat, 17 Februari 2012, sekitar pukul 8 pagi saya sudah berada di Bandara Sepinggan, Balikpapan bersama teman saya, disini saya bertemu dengan rekan backpacker asal Samarinda yang akan ikut bersama saya bertualang di Negeri Gajah Putih Thailand. Rencananya, pukul 12.25 WITA pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan AK 1331 akan membawa saya menuju Kuala Lumpur dan dijadwalkan tiba disana pukul 15.20 waktu setempat. Begitu tiba saya langsung membayar airport tax sebesar Rp.100.000,-, dan langsung menuju pemeriksaan imigrasi. Saya tidak melakukan check in di bandara karena sehari sebelumnya saya sudah melakukan self check in di kantor dan mendapat boarding pass saya dengan mencetaknya langsung dari printer saya.
                Menjelang keberangkatan, tiba-tiba pihak AirAsia mengumumkan bahwa penerbangan tujuan Kuala Lumpur mengalami penundaan penerbangan sampai batas waktu yang belum diketahui dikarenakan pesawat Air Asia tujuan Balikpapan dari Kuala Lumpur yang sedianya akan membawa kami mendadak mendarat darurat di Singapura karena terdapat penumpang yang mengalami serangan jantung di dalam pesawat. Hal ini cukup membuat saya dan kedua rekan saya panik karena kami harus melanjutkan penerbangan menuju Bangkok pada pukul 21.15 waktu setempat. Setelah berkonsultasi dengan pihak Airasia, kami sedikit tenang karena pesawat tujuan Kuala Lumpur dari Balikpapan di rencakanan akan terbang sekitar pukul 16.00 wita dan saya tetap bisa melanjutkan perjalanan menuju Bangkok, Thailand.
                Setelah menunggu sekitar 5 jam, akhirnya pesawat sudah siap dan para penumpang pun dipersilahkan masuk kedalam pesawat, tiba di Kuala Lumpur saya mencari 2 orang teman dari Surabaya yang juga akan bergabung bersama saya dan kedua rekan saya dari Kalimantan untuk melakukan backpacker ke luarnegeri pertama kami,setelah bertemu mereka, tanpa membuang waktu saya langsung menuju terminal keberangkatan internasional. 2 jam perjalanan udara menuju Bangkok ini saya isi dengan bermain kartu bersama kedua rekan saya. Tiba di Bangkok sekitar pukul 23.45 waktu setempat, saya direpotkan dengan imigrasi Bandara Suvarnabhumi yang sangat penuh dengan turis dari berbagai Negara yang akan memasuki kota Bangkok. Imigrasi ini cukup berlangsung lama, sekitar 1 jam setelah proses imigrasi, selesai berurusan di imigrasi saya dan keempat rekan saya langsung mencari driver yang sudah kami sewa sebelumnya untuk menjumput di bandara. Driver ini menggunakan mobil Van yang lumayan baru dan luas, dengan biaya sebesar B1.200  dengan pembayaran yang kami bagi berlima, kami langsung di antar menuju hotel tempat kami akan menginap.

Pengeluaran hari pertama :
·         Sewa Van Bandara – Penginapan     (B1.200/5)         B 240   (Rp.72.000)
·         3 buah Air Mineral di 711                                                       B 22       (Rp.6.600)
·         Roti di 711                                                                                         B 12       (Rp.3.600)
Total Pengeluaran                                                                                                      Rp. 82.200,-

Day 2. Bangkok, Hari kedua di malam yang sama

                Perjalanan dari bandara Suvarmabhuni menuju hotel ini memerlukan waktu sekitar 1 jam, sekitar pukul 2.00 dini hari kami sampai di Kota Bangkok, tepatnya di Daerah Rattanakosin, kami langsung menuju hotel yang kami rencanakan untuk menjadi tempat bermalam saya bersama teman-teman, namun malang, hotel yang kita kunjungi ternyata penuh, 20 menit keliling kawasan khosan road dengan keadaan lelah akhirnya saya mendapatkan hostel, Lucky Guest House, hotel ini terletak di 35 Khaosan Road., Phranakorn, biaya sewa kamar standar untuk double bed permalam sebesar B 390, tariff ini sebenarnya cukup mahal di banding dengan rata-rata harga kamar yang ditawarkan di daerah khaosan, namun karena kami sudah sangat kelelahan, kami memutuskan untuk menginap di tempat itu. Kami pun memesan 3 kamar untuk semalam dengan total biaya sewa dibagi 5 orang sehingga masing-masing dari kami hanya membayar sekitar B234 (Rp.70.200,-). Setelah menaruh tas di kamar, saya dan teman saya memutuskan untuk jalan mencari makan malam, maklum saja, akibat AirAsia tujuan Kuala Lumpur yang didelay sekitar 5 jam dan langsung melanjutkan perjalanan dengan terbang menuju Bangkok membuat kami tak sempat makan malam.
                Kawasan yang kami kunjungi malam itu adalah Khaosan Road, surganya pada backpacker mancanegara. Benar saja, sesampainya disana tempat itu sangat ramai, alunan music berdentam kencang, drunken master dimana-mana, keriuhan pedagang, tawa para bule hingga perkelahian di pinggir jalan. Namun dalam hal keamanan, kawasan ini cukup aman, ada polisi yang kerap berpatroli. Prinsipnya, asal kita cuek dan tidak mengurusi urusan orang lain, maka kita tidak akan mendapat masalah di kawasan ini.
Setelah cukup lama berjalan di kawasan Khaosan Road, saya tidak menemukan makanan yang saya inginkan, memang banyak penjualan makanan disepanjang jalan Khaosan Road, namun semua menu yang dijual mengandung daging babi, sebagai muslim saya menghindari makan daging babi. Setelah capek berkeliling di Khaosan road, akhirnya saya memutuskan membeli roti dan air mineral di 7-eleven  di depan tempat saya menginap dan kemudian kembali ke hostel untuk beristirahat. Di Bangkok, mudah sekali menemukan toko seperti 7-eleven yang buka 24 jam, sejauh perjalanan saya malam itu, saya sudah melihat 4 toko 7-eleven di sekitar Khaosan Road.

My best find in Khaosan :
ü  T-Shirt dan Tang Top buatan Thailand, berbagai macam gambar dan tulisan. Harga mulai 70-200 baht.
ü  Penjual buah potongan segar. Harga sekitar 20-40 baht.
ü  Celana kain khas Thailand. Harga sekitar 300-400 baht.

Keesokan paginya, saya memutuskan untuk pindah hotel, karena hotel yang saya tempati ini terletak berdekatan dengan Khaosan Road yang ramai, dan musik yang terus berdentam hingga subuh, suasana seperti ini cukup mengganggu saya untuk beristirahat dimalam hari. Sekitar jam 9 pagi, saya dan keempat rekan saya cekout dari hotel dan berkeliling kota Bangkok untuk mencari penginapan, satu demi satu penginapan kami singgahi, namun semuanya penuh, alhasil, setelah setengah jam berjalan membawa tas-tas besar di punggung kami, kami sampai pada satu hotel yang lumayan besar, Norkorn Ping Hotel yang terletak di Samsen Soi 6. Kamar-kamar tipe standard dan double bed juga terisi penuh, pemilik hotel pun menawarkan pada kami kamar yang cukup besar hingga cukup untuk 8-10 orang, dengan tariff B1.700 permalam. Rasa lelah membuat kami memutuskan mengambil kamar tersebut dengan biaya kamar dibagi berlima.
Nakorn Ping Hotel sangat saya rekomendasikan sebagai tempat untuk menginap di Bangkok, alasannya karena hotel ini terletak tak jauh dai Khaosan, grand palace serta mempunyai fasilitas yang lumayan lengkap.
Sebagai informasi, berikut nama dan alamat hotel dan hostel tempat saya menginap di Bangkok :

Lucky House

35 Chakkapong Road, Chanasongkram, Khaosan, 10200 Bangkok

 Lucky House adalah hotel beranggaran rendah, berjarak 5 menit berjalan kaki dari Jalan Khaosan yang ramai. Hotel ini menawarkan kamar-kamar ber-AC dengan kamar mandi pribadi. Tersedia meja depan 24 jam.
Lucky House berjarak 10 menit berjalan kaki dari Grand Palace dan 1 jam berkendara dari Bandara Internasional Suvarnabhumi.
Kamar-kamar basic dilengkapi dengan TV yang menawarkan saluran satelit. Tersedia perlengkapan mandi dan fasilitas shower air panas. Kamar-kamarnya juga dilengkapi dengan telepon yang memiliki fungsi panggilan internasional.
Fasilitas brankas dan penitipan bagasi tersedia di meja depan. Para tamu dapat melakukan penukaran mata uang atau meminta layanan binatu dan dry cleaning di hotel.
Kamar Hotel: 50

Nakorn Ping Hotel
Alamat               : 9/1 Soi Samsen 6, Samsen Road Bangkok 10200, Thailand  
Telephone        : (66)02-281-6574, (66)02-282-7234  
Fax                        : (66)02-2823727        
Email                   : rsvn@nakornpinghotel.com

Room Type                                      Number of Guest         New Prices Effective 1 April 2012
2 Single Beds or Double Bed + Fan  1-2 person       460 Baht
2 Single Beds or Double + A/C             1-2 person        560 Baht
1 Double Bed + A/C + Hot Shower     1-2 person         560-660 Baht
2 Double Beds + Fan                                  2-4 person        800 Baht
2 Double Beds + A/C                                   2-4 person        900 Baht
4 Double Beds + A/C                                  4-8 person       1,800 Baht
Extra Bed                                                          160 Baht / day
Hot Shower                                                     100 Baht / day




Chatuchak Weekend Market
Setengah jam berisitirahat dikamar, kami pun memulai perjalanan pertama kami di kota Bangkok, karena hari ini adalah hari sabtu, tujuan pertama saya adalah Chatuchak weekend market, pasar terbesar di Asia Tenggara. Sayang rasanya melewatkan tempat ini saat kita kebetulan berakhirpekan di kota Bangkok. Dengan menggunakan bus no.3 dari bus stop sepanjang Samsen Road menuju Chatuchak, menempuh waktu sekitar 20 menit.
Pasar Chatuchak (baca: Jatujak) merupakan pasar yang satu ini cukup terkenal diantara Para Pedagang dan Pembeli Grosir. Pasar Chatuchak memakan luas lahan hingga 35 are dan merupakan rumah bagi sedikitnya 8,000 gerai. Setiap minggunya, terdapat sekitar 200,000 pengunjung yang datang kesini. Untuk dapat pergi ke tempat ini, wisatawan bisa menaiki bus umum dan menuju Chatuchak Soi 1, 2, ataupun 3. Pasar ini buka sejak pagi hingga malam hari. Karena pasar ini ramai, maka pengunjung sebaiknya berhati-hati dalam membawa barang berharga.
Barang yang dijual disini tentu saja murah dan sangat lengkap. Blok-blok pasar telah terbagi atas kategori produk. Kategori tersebut adalah pakaian, kerajinan tangan, keramik, dekorasi rumah, makanan dan minuman, buku hingga hewan peliharaan.

My best find in Chatuchak :
ü  Jus buah segar, berbagai macam pilihan buah. Harga sekitar 30-50 baht.
ü  Buah mangga potongan segar, lengkap dengan bumbu coleknya. Harga 20 baht.
ü  Snack kentang, sosis dan gorengan. Harga 20-40 baht.
ü  Sling bag khas Thailand. Harga sekitar 200-500 bath. Tergantung besarnya tas.

Dari Siam Square hingga MBK
Setelah puas berkeliling dan berbelanja sedikit oleh-oleh di Chatuchak, saya dan teman-teman saya memutuskan untuk langsung mengunjungi Museum Lilin Madame Tussaud yang rencananya akan kami kunjungi hari senin, hal ini kami lakukan dengan alasan mengisi waktu yang kosong hari itu.
Dengan menggunakan BTS (Bangkok Train Sky) Mochit Station yang terletak dekat dengan Chatuchak, saya membeli tiket tujuan Siam Station, harga tiket 35 baht. BTS meninggalkan terminal setiap 5 menit dan beroperasi dari pukul 6 pagi hingga 12 malam. Tarifnya 15-40 baht. Tergantung jarak yang akan kita tempuh.
(BTS Maps)
Sesampainya di Stasiun Siam yang turun langsung di Siam Square, saya langung menuju tempat penjualan tiket masuk Madame Tussaud, beruntung hari itu ada diskon sehingga saya hanya membayar B720, lebih murah dibanding harga tiket masuk yang seharusnya bertarif B800. Madame Tussaud tidak berlokasi di Siam Square, melainkan Siam Discovery Center, jaraknya lumayan jauh  dari Siam Square, kita diharuskan melewati Siam Center dan kemudian menyebrang ke Siam Discovery Center. Museum lilin ini terletak di lantai 6 Siam Discovery Center dan buka mulai pukul 10.00 – 21.00 waktu setempat.
Puas mengelilingi Madame Tussaud dan berfoto dengan “artis-artis” disana, saya melanjutkan citywalk di kawasan Siam, tujuan saya saat itu adalah MBK (Mah Boon Krong),  salah satu mall yang wajib dikunjungi di kota Bangkok. MBK terkenal sebagai tempat berbelanja murah di Bangkok. Tujuan saya ke MBK adalah untuk makan, setelah berkeliling di MBK, saya menemukan food court yang terletak di lantai 6 MBK. Setelah menemukan penjual makanan khas Arab dan berlabel halal, saya memesan nasi goring yang saya bagi berdua dengan teman saya. Tak jauh dari food court ada satu restoran, Yana Restaurant, yang ternyata adalah restoran halal yang cukup terkenal dikalangan backpacker dari Indonesia.
Berikut Beberapa cara menuju MBK Center/Mall :
  • Bangkok Skytrain (BTS) – stasiun National Stadium; Juga dalam walking distance dari stasiun BTS Siam.
  • Taxi – bilang saja “MBK”  atau “Mah Boon Krong”.
  • Boat kanal Khlong Saen Saeb – Hua Chang pier.
  • Bus Biasa (non AC) No. 15 ,25 ,29 ,34 ,36 ,47 ,48 ,50 ,73 ,93 ,204
  • Bus AC No. 8 ,25 ,28 ,29 ,34 ,73 ,501 ,502

Setelah menghabiskan makan siang di MBK, saya pun kembali ke penginapan di kawasan samsen road penggunakan BTS dari Nasional Stadium Station ke BTS Siam Station, lanjut menggunakan BTS Siam Statiun menuju Mochit Station, kemudian turun di Bus Stop terdekat dan menunggu bus nomor 3 yang akan membawa saya kembali ke Samsen road. Kali ini bus yang saya tumpangi tidak memungut biaya atau gratis, berbeda dengan bus no.3 yang membawa saya dari Samsen ke Chatuchak yang mewajibkan saya membeli tiket seharga B15.

Pengeluaran hari Kedua:
·         Penginapan Lucky Guest House        (B1.170/5)          B234     (Rp.70.200)
·         Penginapan Nakorn Ping Hotel         (B1.700/5)         B340    (Rp.102.000)
·         Beli Bangkok Maps                                                                    B40       (Rp.12.000)
·         Bus No.3 ke Chatuchak                                                           B15        (Rp.4.500)
·         Kentang Goreng di Chatuchak                                           B20        (Rp.6.000)
·         Jus Strawberry di Chatuchak                                                              B50       (Rp.15.000)
·         Tiket BTS Mochit – Siam                                                         B35        (Rp.10.500)
·         Tiket Madame Tussaud                                                           B720     (Rp.216.000)
·         Beli Sim Card True Move + Pulsa                                      B200     (Rp.60.000)
·         Makan Siang di MBK                                                                                B144     (Rp.43.200)
·         Tiket BTS National Stadium – Siam                                 B15        (Rp.4.500)
·         Tiket BTS Siam – Mochit                                                         B35        (Rp.10.500)
·         Bayar toilet di MBK                                                                    B2          (Rp.600)
·         Makan Malam Nasi Instan di 7-Eleven                          B32        (Rp.9.600)
Total Pengeluaran                                                                                                      Rp. 564.600

Hari ke-3, Masih Di Bangkok, City of Angel

                Hari ketiga saya target saya adalah jalan-jalan ke Grand Palace dan komplek temple di sekitar area tersebut, namun sebelum ke sana, saya dan teman seperjalanan saya memutuskan mencari sarapan, tujuan saya adalah Pad Thai atau bihun khas Thailand di kawasan Khaosan kita akan mudah menemukan pedagang yang menjual bihun kha Thailand tersebut. Pedagangnya berjualan di depan penggorengan besar, mereka menjual bihun / Pad Thai dan Spring rolls atau semacam lumpia isi daging, biasa dijual seharga B 20.
Setelah sarapan, saya menyusuri jalan di daerah Khaosan Road. Tujuan saya ke Grand Palace dan komplek Temple disekitarnya. Jarak antara Khaosan Road ke kompleks ini tidaklah jauh bagi saya yang terbiasa berjalan kaki.
Untuk menyegarkan diri, saya membeli air mineral di 7-Eleven seharga B 6, saya juga membeli buah-buahan potongan uang banyak dijual disepanjang jalan kota Bangkok, harganya sekitar B 20 untuk satu plastiknya.
10 menit jalan kaki sampailah saya di Komplek Grand Palace. Kompleks ini dibuka setiap hari dari Pukul 8.30 sampai dengan 15.30. tiket seharga B 400 (Rp.120.000) yang saya beli sudah termasuk tiket masuk ke Wat Phra Kaeo, The Royal Thai Decoration & Coin Pavillion serta ke Vimanmek Mansion Museum.
Memasuki kompleks Grand Palace, ada peraturan yang berlaku bagi pria maupun wanita, berikut aturan memasuki Kompleks Grand Palace :
§  Dilarang menggunakan celana pendek, rokmini atau celana panjang ketat
§  Baju atau pakaian tembus pandang
§  Baju tanpa lengan
§  Celana tigaperempat atau tidak cukup panjang menutupi kaki
§  Baju atau tshirt yang digulung, piyama dan sandal

Puas berkeliling dan berfoto di Grand Palace saya berjalan kaki menuju dermaga penyebrangan menuju Wat Arun, dengan membayar B 6 (Rp.1.800) untuk perjalanan pulang pergi menggunakan kapal menuju Wat Arun. Wat Arun yang biasa disebut Temple of the Dawn, berlokasi di tepi sungai Chao Pharaya.Biaya tiket masuk Wat Arun seharga b 50 (Rp.15.000) dan buku pukul 8.30 hingga 17.30. Wat Arun merupakan salah satu landmark terkenal di Bangkok, dengan kuil yang sangat indah.
Selesai jalan-jalan di Wat Arun, saya berencana menuju Chatuchak Weekend Market lagi, dengan menggunakan tuk-tuk seharga b 200 (Rp.60.000) saya dan teman saya diantar ke Chatuchak, puas berkeliling di Chatuchak, saya memutuskan menyusul 3 teman backpacker saya yang berada di Lumphini Park. Menggunakan MRT dari Mochit menuju Lumpini Station



................................ to be continue... :p

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar